Andi Siti Nurhani Sapada
Tampilan
Andi Siti Nurhani Sapada atau Andi Siti Nurhani Daeng Masugi lahir 25 Juni 1929 adalah seniman tari Indonesia. Ia merupakan salah satu penari Istana Negara semasa pemerintahan Presiden Soekarno. Siti menerima penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma dari Susilo Bambang Yudhoyono yang menjabat sebagai Presiden Indonesia ada tahun 2009.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Apakah arti suatu riwayat hidup apabila tidak dihiasi dengan prestasi. Justru prestasi itulah yang membuat riwayat hidup menjadi indah, serta memberi isi dan makna yang mendalam.[2]
- Kalau saya kebetulan diberi kemampuan memberi bantuan kepada orang lain, bantuan itu saya berikan dengan tulus. Sarna sekali saya tidak mengharapkan balas budi. Saya punya keyakinan, pada waktunya kelak, saya akan mendapatkan lebih daripada apa yang telah saya berikan, meski bukan dari orang yang pernah saya bantu.[2]
- Mereka memperlakukan kita bagai melepas layang-layang di udara. Layang-layang itu dibiarkan melayang-layang ke udara, tetapi ujung benangnya tetap dipegang. Begitulah cara kakek dan nenek mendidik kami. Kami tidak dikekang, tapi diberi keluasan untuk keluar, tetapi diawasi dengan sangat cermat.[2]
- Telah sejak remaja saya ingin menjadi pemimpin wanita, tetapi melalui bidang apakah saya akan mampu mewujudkan keinginan itu?[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Andi Siti Nurhani Sapada". 2009-09-15. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ 2,0 2,1 2,2 2,3 Hafied, Abdul Azys; Kutoyo, Sutrisno (1991). Ny. Andi Nurhani Sapada (Karya dan Pengabdiannya) (PDF). Jakarta: DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)