Lompat ke isi

Alya Nurshabrina

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Alya Nurshabrina Samadikun (21 Januari 1996) adalah Miss Indonesia 2018 perwakilan Jawa Barat. Ia juga aktif sebagai relawan di bidang lingkungan serta kepemudaan, baik di dalam maupun luar negeri.[1]

  • "Saya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keanekaragaman, salah satunya melalui seni lukis yang saya tekuni."
  • "Kunci dari setiap kompetisi bukanlah bersaing dengan orang lain, melainkan berlomba menjadi pribadi yang lebih baik dari diri sendiri sebelumnya."[2]
  • "Meskipun baru memulai, kita tetap bisa menjadi relawan musiman selama dua, tiga, atau empat tahun. Selama ada panggilan hati, hal tersebut dapat kita lakukan."
  • "Sebagian orang mampu membuat tas atau berbagai barang dari bahan daur ulang. Karya tersebut dapat dijual atau diajarkan kepada orang lain agar mereka memperoleh keterampilan baru. Pada akhirnya, semuanya kembali pada apa yang dapat kita lakukan bagi sesama, karena kita hidup untuk saling menolong."[3]
  • "Pada dasarnya, yang ditonjolkan dalam kontes kecantikan bukan hanya aspek fisik, melainkan kemampuan seorang perempuan dalam mengembangkan seluruh potensi dan keahliannya agar menjadi pribadi yang lebih baik, sehingga dapat menjadi panutan bagi perempuan di sekitarnya."[4]
  • "Ketika seorang ratu kecantikan memenangkan kompetisi, hal tersebut bukan semata-mata tentang penampilan atau rupa fisik."
  • "Perempuan Indonesia adalah sosok yang cerdas, peduli, serta mampu mengontribusikan pengetahuan dan kemampuannya bagi masyarakat di sekitarnya. Kecantikan perempuan Indonesia tidak ditentukan oleh warna mata, kulit, atau rambut, melainkan tercermin dari ketulusan hati yang berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila serta kemampuannya menjadikan seluruh kebudayaan Nusantara sebagai sumber inspirasi dalam kehidupan sehari-hari."
  • "Keberagaman dapat dianalogikan seperti sebuah lukisan dengan beragam guratan dan warna. Tidak semua warna harus sama untuk menciptakan keindahan. Justru perbedaan itulah yang menjadikan lukisan tersebut tampak utuh dan bernilai. Begitu pula Indonesia, yang menjadi sebuah mahakarya indah karena keberagamannya menyatu dalam satu kesatuan."[5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Kumpulan Siapa Tokoh Inspiratif Indonesia – VIVA". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2025-12-15.
  2. Delviera, Alika Noor Kholifah, Maria Margaretha (2018-02-23). "Kunci Kemenangan Alya Nurshabrina di Miss Indonesia 2018". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2025-12-15. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. "Miss Indonesia Sabet "Juara Kiprah Sosial" di Ajang Miss World". VOA Indonesia. 2018-12-24. Diakses tanggal 2025-12-15.
  4. Natha, Anry Dhanniary, Glory (2018-03-20). "15 Menit Bareng Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2025-12-15. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  5. Delviera, Rochimawati, Maria Margaretha (2018-03-17). "Miss Indonesia Alya Nurshabrina: Keberagaman itu Penting | Halaman 3". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2025-12-15. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)