Lompat ke isi

Alva Myrdal

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Alva Myrdal

Alva Myrdal (31 Januari 1902 - 1 Februari 1986) adalah politikus, diplomat, dan reformator sosial asal Swedia, serta penerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 1982. Ia dikenal karena advokasinya terhadap reformasi kesejahteraan sosial dan hak-hak perempuan, serta berbagai posisi penting di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Parlemen Swedia.[1]

  • "The misconception that a victory can be worth its price, has in the nuclear age become a total illusion."
    • "Kesalahpahaman bahwa sebuah kemenangan bisa sepadan dengan harganya, dalam era nuklir telah menjadi ilusi total."
  • "First and foremost arms are tools in the service of rival nations, pointing at the possibility of a future war."
    • "Yang terutama, senjata adalah alat dalam pelayanan negara-negara yang bersaing, yang menunjuk pada kemungkinan terjadinya perang di masa depan"
  • "The longing for peace is rooted in the hearts of all men. But the striving, which at present has become so insistent, cannot lay claim to such an ambition as leading the way to eternal peace, or solving all disputes among nations." [2]
    • "Kerinduan akan perdamaian berakar dalam hati setiap manusia. Namun, usaha yang saat ini telah menjadi begitu mendesak, tidak dapat mengklaim ambisi sebesar itu, yaitu memimpin jalan menuju perdamaian abadi atau menyelesaikan semua perselisihan antarbangsa."
  • "The age in which we live can only be characterized as one of barbarism. Our civilization is in the process not only of being militarized, but also being brutalized."
    • "Zaman yang kita jalani saat ini hanya dapat digambarkan sebagai zaman barbarisme. Peradaban kita tidak hanya sedang mengalami militerisasi, tetapi juga brutalitas"
  • "Oppression is becoming more and more a part of the systems."[3]
    • "Penindasan semakin menjadi bagian dari sistem."
  • "Security based on fear, is the most insecure form of peace imaginable."
    • "Keamanan yang didasarkan pada ketakutan adalah bentuk perdamaian yang paling tidak aman yang dapat dibayangkan."
  • "The future of humanity depends upon the wise use of knowledge."[4]
    • "Masa depan umat manusia bergantung pada penggunaan pengetahuan secara bijaksana."

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Alva Myrdal -". Archives of Women's Political Communication (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-15.
  2. "Search Results". BrainyQuote (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-15.
  3. "Nobel Peace Prize 1982". NobelPrize.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-15.
  4. Schreiber, Grant (2025-10-13). "Alva Myrdal: The Diplomat Who Gave Science a Conscience". World Academy of Art and Science (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-15.