Lompat ke isi

Alexandra Asmasoebrata

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Alexandra Asmasoebrata (nama asli Allida Alexandra Nurluthvia, lahir di Jakarta pada 23 Mei 1988) adalah seorang pembalap perempuan yang sudah memulai karirnya di usia belia. Andra merupakan putri ketiga dari mantan pembalap Alex Asmasoebrata dan Sofia Muri Mardiana.[1] Pada 21 April 2007 Andra mendapatkan penghargaan dari Museum Record Indonesia (MURI) sebagai Pembalap Formula Wanita Pertama di Indonesia.[2]

  1. Saya melakukan balapan tidak hanya untuk penghargaan ini tetapi lebih kepada prestasi. Lebih dari itu ini untuk bisa meneruskan cita-cita Ibu Kartini walaupun dalam bidang yang berbeda. Dan penghargaan ini saya tujukan untuk wanita Indonesia untuk menjadi lebih kuat dalam segala bidang[2] - ucap Alexandra saat mendapatkan rekor MURI (2017).
  2. Bagaimana pun kalau sudah menjadi ibu memang pikirannya anak adalah prioritas utama, tapi kalau ibunya capek dan lelah, pasti enggak bisa memberikan yang terbaik untuk anak.[3]
  3. Mengonsumsi air putih setiap hari adalah kunci kesehatan tubuhku. Selain itu, aku rutin minum vitamin D, Magnesium, Probiotik dan kalsium[4] - Alexandara memberikan tips menjaga stamina.
  4. Aku bersama teman-teman pembalap perempuan lainnya membuat acara IMI Women In Motorsport Festival Vol 1 untuk mengenalkan lebih dalam kepada teman-teman perempuan khususnya di dunia balap itu banyak sekali profesi-profesi yang memerlukan atau yang bisa mereka (para perempuan) geluti[4] - Alexandra memberikan edukasi motorsport kepada  seluruh perempuan-perempuan muda di tanah air.
  5. Selama ini yang kita tahu dunia balap itu didominasi oleh kaum laki-laki, jadi kita mau mengajak lebih dalam lagi para perempuan-perempuan untuk terjun di dunia balap, tidak hanya menjadi pembalap, tapi mereka tahu bagaimana dibalik kemudi ataupun dibalik sebuah tim balap itu ternyata banyak sekali profesi-profesi lain yang memiliki peran penting yang tidak melulu harus laki-laki di dalam industri balap[4] - ucap Alexandra dalam upaya melestarikan pembalap perempuan.
  6. Mental diperlukan saat balapan itu. Nggak ada rasa takut, cuma aku cenderung takut kalah daripada takut kecelakaan[5] - Alexandra mengakui ia lebih takut kalah dibandingkan kecelakaan.
  7. Saya berharap selain sebagai hiburan dan tontonan Formula E juga sebagai ajang show-off menunjukkan ke dunia Indonesia itu negara yang rapi dan teratur[6] - harapan Alexandra mengenai kegiatan Formula E di Jakarta (2020).
  8. Selain senang dan bangga saya juga berharap baik penyelenggara atau tuan rumah mempersiapkan sebaik mungkin. Jangan sampai kita sudah punya kesempatan ini kita sia-siakan dengan ketidaksiapan dari tuan rumah sendiri [6] - Alexandra berharap penyelenggara bisa mempersiapkan ajang Formula E di Jakarta (2020) dengan baik.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Profil Alexandra Asmasoebrata - VIVA". www.viva.co.id. 2017-11-20. Diakses tanggal 2025-12-04.
  2. 2,0 2,1 "Alexandra Asmasoebrata Terima Penghargaan MURI". KapanLagi.com. 2007-04-23. Diakses tanggal 2025-12-04.
  3. Media, Kompas Cyber (2024-08-30). "Cara Alexandra Asmasoebrata Menikmati Waktu Me Time". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-04.
  4. 4,0 4,1 4,2 Astuti, Lutfi Dwi Puji (2023-12-11). "Kiat Alexandra Asmasoebrata Jaga Stamina dan Melestarikan Pembalap Perempuan". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2025-12-04.
  5. "Alexandra Asmasoebrata Lebih Takut Kalah daripada Kecelakaan". detikhot. Diakses tanggal 2025-12-04.
  6. 6,0 6,1 "Alexandra Asmasoebrata Berharap Formula E di Jakarta Tidak Sia-sia dan Bisa Populerkan Indonesia". Wartakotalive.com. Diakses tanggal 2025-12-04.