Lompat ke isi

Alanda Kariza

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Alanda Kariza adalah seorang penulis asal Indonesia lulusan Universitas Warwick di Inggris.

Riwayat Hidup

[sunting | sunting sumber]

Keluarga dan pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Alanda kini tinggal di Jakarta bersama orang tua dan dua adiknya. Kakeknya adalah Prof. Moenadjat Wiratmadja, orang yang menjadi pionir operasi plastik di Indonesia. Ia bersekolah di SD Pembangunan Jaya dan mendapatkan beasiswa Pendidikan Jaya Foundation selama dua tahun berturut-turut. Alanda melanjutkan pendidikannya di SMP Al-Azhar 3. Pada tahun 2009, ia lulus dari SMA Negeri 82 Jakarta dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. Alanda kemudian lulus masuk S1 Kriminologi pada FISIP Universitas Indonesia, tetapi ia lebih memilih mengambil pendidikan di BINUS International University, Jakarta, dengan jurusan Bisnis Internasional, dan merupakan orang pertama yang mendapatkan beasiswa penuh selama tiga tahun.

Karya tulis

[sunting | sunting sumber]

Alanda mulai menulis sejak sekolah dasar, di mana ia dipilih menjadi salah satu jurnalis majalah sekolah. Pada masa remajanya, ia mulai menulis fiksi dan puisi. Ia meluncurkan novel pertamanya Mint Chocolate Chips ketika berusia 14 tahun.[1] Setelah novel debutnya tersebut, Alanda melanjutkan karier menulisnya sebagai penulis lepas di berbagai majalah remaja, termasuk Hai, Gogirl, kaWanku, dan Provoke!.[2] Pada tahun 2010, ia menulis antalogi cerita pendek, Vice Versa dan berpartisipasi dalam penulisan Pertama Kalinya!, sebuah proyek yang diinisiasi oleh Sitta Karina yang sebagian royaltinya didonasikan untuk menyekolahkan kembali anak putus sekolah.[3]

Ia meluncurkan buku terbarunya, Dream Catcher pada 10 April 2012.

Aktivisme

[sunting | sunting sumber]

Alanda tertarik menjadi aktivis sejak berada di SMP pada tahun 2006. Ketika itu ia melamar di berbagai lembaga nirlaba internasional tetapi ditolak karena masih berada di bawah umur. Alanda kemudian mendirikan sendiri komunitas sosial dengan teman-temannya, yang diberi nama The Cure For Tomorrow. Kegiatan The Cure For Tomorrow antara lain mengumpulkan donasi untuk bencana, membuat workshop tentang daur ulang, mengampanyekan pemanasan global, dan lain-lain.

Pada tahun 2009, Alanda dipilih untuk merepresentasikan Indonesia dalam Global Changemakers Guildford Forum 2009.[4] Ia juga mewakili Indonesia dalam Global Changemakers at the G-20 London Summit.[5]


Kutipan

  1. "Hanya karena saya terlalu muda, bukan berarti saya tidak bisa melakukan sesuatu."[6]
  2. "Jika kamu memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai suatu mimpi, mimpi tersebut pasti bisa kamu raih."[6]
  3. "Padahal, hidup adalah sebuah petualangan yang seharusnya dapat kira nikmati sepenuhnya, tanpa melupakan impian-impian yang ingin kita ciptakan di masa depan. Sama seperti sebuah perjalanan - menciptakan rencana-rencana perjalanan yang baru, seharusnya tidak membuat kita lupa bahwa ada perjalanan yang saat ini sedang kita jalani dan sudah sepantasnya kita nikmati."[6]
  4. "...bahwa satu-satunya hal yang menghalangi kita untuk berkembang dan menjadi lebih maju adalah ketidakpercayaan terhadap diri kita sendiri."[6]
  1. Petersen, Z. "My Jakarta: Alanda Kariza, Youth Activist", The Jakarta Globe, September 3, 2010, accessed November 23, 2010.
  2. "Alanda Kariza's Personal Website" Templat:Webarchive, accessed November 23, 2010
  3. "Pertama Kalinya! Website"
  4. Gibbons, Z. "Alanda Kariza Wakili Indonesia di GCGF", "ANTARA", January 20, 2009, accessed October 10, 2010.
  5. "A young Indonesian Global Changemaker goes to the London Summit", "British Embassy Jakarta", accessed November 9, 2010
  6. 6,0 6,1 6,2 6,3 "Alanda Kariza Quotes (Author of DreamCatcher)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-05.