Aisah Dahlan
Tampilan
Aisah Dahlan yang juga dikenal sebagai ustazah Aisah Dahlan merupakan praktisi neuparenting skill, sekaligus merupakan konsultan penanggulangan narkoba. Beliau lahir dan besar di Jakarta, namun Aisah Dahlan memilih untuk menempuh pendidikan kedokteran balik ke ke kampung halaman orang tuanya yang merupakan orang Bugis, di Universitas Hasanuddin, Makassar.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Perempuan sebagai seorang istri dan ibu di dalam rumah tangga penting untuk bisa memberikan pengertian kepada anak dan suami bahwa untuk bisa menyelesaikan tugas rumah tangga dengan baik, memerlukan bantuan dan dukungan kepada seluruh anggota keluarga. Hal ini harus dilakukan secara sadar dan damai agar kehangatan keluarga bisa dipertahankan."[2]
- "Inti energi dan sinyal semangat keluarga terletak pada seorang ibu. Resonansi negatif yang dimiliki ibu akan tetap terpancar sekalipun tidak diungkapkan melalui kata-kata. Maka di sini penting pula bagi perempuan untuk bisa mengendalikan dan melampiaskan setiap emosinya dengan baik."[2]
- "Inti dari yang mewarnai suasana rumah tangga adalah perempuan. Jika ibu tenang, maka rumah akan terasa tenang, begitupun sebaliknya. Maka penting untuk ibu bisa mengendalikan emosi, karena kalau ada aura negatif itu akan tetap terpancar sekalipun ibu tidak marah-marah."[2]
- "Wajib bagi umat muslim untuk berpatokan pada apa yang telah diajarkan oleh agama dan tidak meninggalkan ritual ibadah keagamaan ditengah kepadatan aktifitas sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa dengan memberlakukan kebiasaan positif mengaji di pagi hari sangat membantu untuk memberikan semangat dan menjaga stabilitas emosi manusia."[2]
- "Pola asuh atau prinsip parenting yang baik dapat membantu menumbuhkan rasa kepedulian, kejujuran, kemandirian, dan keceriaan pada diri anak."[3]
- ''Cara pengasuhan yang baik juga dapat mendukung kecerdasan dan melindungi anak dari rasa cemas, depresi, pergaulan bebas serta hal-hal yang kurang baik.'' [3]
- "Karena ketika kondisi otak belakang anak sedang tegang, maka anak akan merespons segala nasihat dengan tiga cara, yang sama-sama tidak menguntungkan. Pertama, melawan atau ngeyel. Kedua, pergi berlari atau mengabaikan. Ketiga, dia diam membatu, freeze."[4]
- "Ilmu dan nasihat akan masuk dengan baik ke otak depan ketika anak berada dalam kondisi rileks."[4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Martina, Lasti. "Dr Aisyah Dahlan Biografi, Profil, termasuk Nama Suami, Anak Serta Bisnis Keluarga". Portal Purwokerto. Diakses tanggal 2025-12-13.
- ↑ 2,0 2,1 2,2 2,3 "Dapat Beban Tambahan di Masa Pandemi, Ini Pesan Aisyah Dahlan untuk para Ibu". Majelis Ulama Indonesia. 2020-07-09. Diakses tanggal 2025-12-13.
- ↑ 3,0 3,1 Novianti, Fista. "Parenting yang Baik Tumbuhkan Kepedulian dan Keceriaan pada Anak, dr Aisah Dahlan Sampaikan Pesan ini - Suara Merdeka". Parenting yang Baik Tumbuhkan Kepedulian dan Keceriaan pada Anak, dr Aisah Dahlan Sampaikan Pesan ini - Suara Merdeka. Diakses tanggal 2025-12-13.
- ↑ 4,0 4,1 Susanto, Gatot (2026-01-27). "Ingin Nasihat Didengar Anak? Ini Trik dari dr. Aisah Dahlan". DutaIndonesia.com. Diakses tanggal 2026-01-31.