Agatha Christie
Tampilan
Agatha Mary Clarissa Christie (lahir 15 September 1890 di Torquay, Inggris) adalah seorang penulis yang terkenal karena 66 novel detektif, 14 kumpulan cerita pendek, serta drama The Mousetrap (1952), yang memegang rekor dunia sebagai drama dengan pementasan terlama secara terus-menerus di satu teater, dengan 8.862 pementasan. Karyanya telah terjual lebih dari 100 juta buku, diterjemahkan ke dalam sekitar 100 bahasa, dan diadaptasi menjadi berbagai film. [1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Nasihat yang baik selalu diabaikan, tapi itu bukan alasan untuk tidak memberikannya. [2]
- Untuk setiap masalah, ada solusi yang paling sederhana. [2]
- Kekejaman itu kadang-kadang bukan merupakan pembawaan, melainkan disebabkan oleh daya khayal yang lambat pematangannya. Seseorang yang kekanak-kanakan adalah yang paling menakutkan di dunia ini. [2]
- Seseorang tidak mengenali momen-momen yang sangat penting dalam hidupnya hingga momen itu sudah terlambat. [2]
- Kadang-kadang, serangkaian nasib buruk itu disebabkan oleh adanya seseorang.[2]
- Semuanya harus diperhitungkan. Jika fakta tidak sesuai dengan teori - biarkan teori itu pergi.[2]
- Tapi tentunya untuk segala sesuatu yang Anda cintai Anda harus membayar beberapa harga. [2]
- Naluri adalah hal yang mengagumkan, ia tak dapat dijelaskan maupun diabaikan. [2]
- One of the luckiest thigs that can happen to you in life is, I think, to have a happy childhood. (Terjemahan: Salah satu hal paling beruntung yang dapat terjadi pada Anda dalam hidup, menurut saya, adalah memiliki masa kecil yang bahagia.) [3]
- I like living. I have sometimes been wildly, despairingly, acutely miserable, racked with sorrow, but through it all I still know quite certainly that just to be alive is a grand thing. (Terjemahan: Aku suka hidup. Terkadang aku pernah merasa sangat, putus asa, sangat sengsara, dirundung duka, tetapi di balik semua itu, aku tetap yakin bahwa sekadar hidup saja sudah merupakan hal yang luar biasa.) [3]
- Everything that has existed, lingers in the Eternity. (Terjemahan: Segala sesuatu yang pernah ada, tetap ada dalam Keabadian.)[3]
- There's too much tendency to attribute to God the evils that man does of his own free will. (Terjemahan: Terlalu banyak kecenderungan untuk menyalahkan Tuhan atas kejahatan yang dilakukan manusia atas kemauannya sendiri.)[3]
- Very few of us are what we seem. (Terjemahan: Sangat sedikit di antara kita yang seperti apa yang terlihat. )[3]
- If one sticks too rigidly to one's principles, one would hardly see anybody. (Terjemahan: Jika seseorang berpegang teguh pada prinsipnya, dia hampir tidak akan bisa menemui siapa pun.)[3]
- You cannot give to people what they are incapable of receiving. (Terjemahan: Anda tidak dapat memberikan kepada orang lain apa yang tidak mampu mereka terima.)[4]
- Fear is incomplete knowledge. (Terjemahan: Ketakutan adalah pengetahuan yang tidak lengkap.)[4]
- I learned ... that one can never go back, that one should not ever try to go back - that the essence of life is going forward. Life is really a one way street, isn't it? (Terjemahan: Saya belajar ... bahwa kita tidak bisa kembali, bahwa kita tidak boleh mencoba kembali - bahwa hakikat hidup adalah terus maju. Hidup memang jalan satu arah, bukan?) [4]
- Assumptions are dangerous things. (Terjemahan: Asumsi adalah hal yang berbahaya.)[4]
- One must accept the fact that we have only one companion in this world, a companion who accompanies us from the cradle to the grave - our own self. Get on good terms with that companion - learn to live with yourself. (Terjemahan: Kita harus menerima kenyataan bahwa kita hanya punya satu teman di dunia ini, teman yang menemani kita dari lahir hingga liang lahat—diri kita sendiri. Jalinlah hubungan baik dengan teman itu—belajarlah untuk hidup dengan diri sendiri.)[4]
- Books are a habit-forming drug. (Terjemahan: Buku adalah obat yang dapat menimbulkan kebiasaan.)[4]
- The young people think the old peopl are fools -- but the old people know the young people are fools. (Terjemahan: Generasi muda menganggap generasi tua itu bodoh -- tetapi generasi tua tahu generasi muda itu bodoh.)[4]
- Our weapon is our knowledge. But remember, it may be a knowledge we may not know that we possess. (Terjemahan: Senjata kita adalah pengetahuan kita. Tapi ingat, mungkin pengetahuan itu kita miliki tanpa kita sadari)[4]
- Never tell all you know—not even to the person you know best. (Terjemahan: Jangan pernah menceritakan semua yang Anda ketahui—bahkan kepada orang yang paling Anda kenal.)[4]
- In the midst of life, we are in death.”― Agatha Christie, And Then There Were None[5]
- “I like living. I have sometimes been wildly, despairingly, acutely miserable, racked with sorrow; but through it all I still know quite certainly that just to be alive is a grand thing[6].”
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Agatha Christie | Biography, Books, Movies, Poirot, Marple, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). 2025-11-12. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 2,5 2,6 2,7 "25 Kata-kata Bijak Agatha Christie tentang Kehidupan, Inspiratif dan Penuh Makna". merdeka.com. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 3,5 "Agatha Christie Quotes". BrainyQuote (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ 4,0 4,1 4,2 4,3 4,4 4,5 4,6 4,7 4,8 "300 QUOTES BY AGATHA CHRISTIE [PAGE - 2]". A-Z Quotes. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ Fimela.com (2023-11-21). "30 Kutipan Terbaik Novel And Then There Were None Karya Agathe Christie". fimela.com. Diakses tanggal 2025-12-13.
- ↑ "Agatha Christie Quotes (Author of And Then There Were None)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-13.