Adrianus Asia Sidot
Tampilan
Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si. (lahir 02 Februari 1961) adalah seorang politikus Indonesia. Saat ini ia menjabat sebagai Anggota DPR-RI sejak 2019 mewakili daerah pemilihan Kalimantan Barat II.
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- “Pangan itu seharusnya bukan hanya beras atau gabah, tapi juga pangan-pangan lokal yang dikonsumsi masyarakat sebagai makanan pokok seperti jagung, sagu, dan berbagai bahan pangan lainnya yang lebih beragam,”[1]
- "Salah satu indikator IPM adalah pendidikan. Kalau pelayanan pemerataan pendidikannya masih bermasalah, bagaimana kita bisa meningkatkan IPM kita. Selama pelayanan pendidikan belum memenuhi standar yang diinginkan dan standar mutu yang belum memenuhi syarat, ini jadi masalah besar bagi IPM kita. Maka itu IPM Kalbar belum naik," [2]
- “Misalnya, berkaca dari alokasi dana sektor pendidikan APBN sebesar 20% maka hal yang sama harus juga bisa disepakati untuk sektor pariwisata terkait berapa persen alokasi dana yang harus dicapai untuk pembangunan kepariwisataan di Indonesia. Karena apapun yang kita buat dalam UU ini mengatur segalanya dan mengakomodir semua kepentingan, akan tetapi kalau tanpa anggaran dana yang memadai maka akan sia-sia. Jadi, kekuatannya itu harus ada di UU dan UU ini nantinya bukan hanya milik Kemenparekraf namun juga berlaku untuk semua kementerian, kelembagaan bahkan sampai kepada Pemerintah Daerah,”[3]
- “Anggaran yang diterima Perpustakaan Nasional memang sangat terbatas. Padahal, jika dilihat dari peran dan tanggung jawab Perpusnas cukup berat, yaitu sebagai pusat ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat dan kebudayaan,"[4]
- “Skill label kita yang memang menjadi problem besar pada saat ini. Oleh karenanya kami menaruh harapan besar terhadap kontribusi dari pihak swasta, terutama sebagai user dalam menyerap tenaga kerja, yang produsennya itu justru berada di dunia pendidikan atau di sekolah-sekolah,”[5]
- “Larangan penggunaan plastik memang perlu dilakukan secara selektif. Ada beberapa peralatan penunjang proses belajar mengajar berbahan plastik tidak perlu dilarang. Namun, yang paling penting adalah melalui larangan atau pembatasan penggunaan plastik di sekolah dilakukan dalam rangka pembentukan karakter peserta didik untuk hidup tertib, bersih, bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan berdisiplin,”[6]
- “Saya bersyukur Komisi IV bisa hadir langsung dalam pelepasan ekspor ini. Ini akan menambah gaung Kalimantan Barat, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional. Harapannya, Kalbar semakin maju dalam pengelolaan, mulai dari budidaya hingga ekspor kratom maupun arwana,” [7]
- “Tanpa persatuan yang kukuh, kita akan gampang dipecah belah pihak-pihak yang ingin menguasai NKRI,”[8]
- “Pengawasan harus berjalan dengan baik. Jangan hanya pengawasan di atas kertas. Persoalannya apakah Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) mampu mengawasi pembangunan gedung-gedung sekolah di seluruh Indonesia. Kenapa tidak diserahkan saja kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,”[9]
- “Kalau bukan Djarum yang membina bulutangkis kita, enggak ada juara Olimpiade dan All England dari Indonesia. Pisahkanlah antara rokok sebagai barang yang merusak kesehatan dengan komitmen mereka untuk membangun olahraga nasional,”[10]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ wpOceans; Golkar, Fraksi Partai. "Adrianus Asia Sidot Tekankan Keragaman Pangan Perlu Dapat Perhatian Lebih dalam Penyusunan Regulasi". Fraksi Partai Golkar (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-29.
- ↑ "Adrianus Asia Sidot: Kalbar Butuh Pemerataan Pendidikan". JariUngu.com. 7 Juli 2023. Diakses tanggal 2025-12-29.
- ↑ "Revisi UU Kepariwisataan Diusulkan Atur Peta Jalan Potensi Wisata Daerah". JariUngu.com. Diakses tanggal 2025-12-29.
- ↑ "Cuma Rp675 Miliar, DPR Soroti Kecilnya Anggaran Perpusnas". JariUngu.com. 2020-09-30. Diakses tanggal 2025-12-29.
- ↑ "Vokasi Jadi Konten Pendidikan Indonesia Ke depan". JariUngu.com. 2020-02-06. Diakses tanggal 2025-12-29.
- ↑ "Larangan Penggunaan Plastik di Sekolah Diapresiasi". JariUngu.com. 2020-01-15. Diakses tanggal 2025-12-29.
- ↑ Komisi4 (2 Oktober 2025). "Adrianus Asia Sidot Tekankan Pentingnya Tata Kelola Kratom dan Arwana untuk Kalbar". Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diakses tanggal 29 Desember 2025. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ RI, BPIP (19 Februari 2021). "BPIP - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila". BPIP - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Diakses tanggal 2025-12-29.
- ↑ "Pembangunan Sekolah Butuh Pengawasan Ketat". JariUngu.com. 2019-11-06. Diakses tanggal 2025-12-29.
- ↑ "Industri Rokok Mestinya Tak Dilarang Sponsori Olahraga". JariUngu.com. 2019-11-05. Diakses tanggal 2025-12-29.
| Tokoh |
|---|
| A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z |