Lompat ke isi

Abisoye Ajayi-Akinfolarin

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Abisoye Ajayi-Akinfolarin pada 2018

Abisoye Ajayi-Akinfolarin (lahir dengan nama Abisoye Abosede Ajayi pada tanggal 19 Mei 1985 di Akure, Nigeria) adalah seorang wirausahawan sosial dan pakar pembangunan manusia. Ia mendirikan dan memimpin Pearls Africa Youth Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang memberdayakan anak perempuan dan perempuan muda dari komunitas kurang mampu melalui pelatihan keterampilan teknologi serta pendampingan, dengan tujuan meningkatkan kemandirian ekonomi mereka. Berkat upayanya, pada November 2018 Ajayi-Akinfolarin masuk daftar salah satu dari 10 CNN Heroes, dan juga terpilih dalam daftar BBC 100 Women di bidang teknologi pada bulan yang sama. [1]

  • Saya berharap setiap gadis muda dapat melihat dirinya sebagai seseorang yang hebat bahkan sebelum kehebatannya datang. Penghargaan ini menjadi bentuk pembenaran atau pengakuan atas pekerjaan saya. Saya berharap kehormatan ini dapat membantu gadis-gadis muda menyadari bahwa dari mana pun latar belakang mereka berasal, hal itu tidak seharusnya menentukan masa depan mereka. (“Our Girls Need to be Exposed To Modern Problem-Solving Tools Like Coding”- Abisoye Ajayi, womenofrubies.com.)
  • Kamu bisa membayangkan betapa cemerlangnya potensi yang dimiliki orang-orang, tetapi kamu tidak akan pernah menemukannya atau melihatnya jika kamu tidak memberi mereka kesempatan untuk bersinar. (Abisoye Ajayi Akinfolarin Exclusive Interview with Ojy Okpe on her CNN Hero Award, YouTube Arise News.)
  • One thing I want my girls to hold onto is, regardless of where they are coming from, they can make it. They are coders. They are thinkers. Their future is bright.[2]
  • Satu hal yang ingin saya tanamkan pada anak-anak perempuan adalah apa pun latar belakang mereka, mereka bisa berhasil. Mereka adalah para pemrogram. Mereka adalah para pemikir. Masa depan mereka cerah.[2]
  • We also want the girls to be leaders and change agents. We code towards a purpose, so they try to solve problems relating to what they see.[2]
  • Kami juga ingin para perempuan muda menjadi pemimpin dan agen perubahan. Kami belajar pemrograman dengan tujuan, sehingga mereka mencoba mencari solusi untuk masalah-masalah yang mereka lihat di sekitar mereka.[2]
  • We want girls to be creators of tech, not mere users. Watching them write code is beautiful. Many of them never touched a computer before they got here. It’s mind-blowing. The joy on their faces, that’s more than money. [2] artinya "Kami ingin anak-anak perempuan menjadi pencipta teknologi, bukan sekadar pengguna. Melihat mereka menulis kode itu indah. Banyak dari mereka bahkan belum pernah menyentuh komputer sebelum datang ke sini. Itu benar-benar luar biasa. Kebahagiaan di wajah mereka lebih berharga daripada uang".
  • Most girls are trapped in a vicious cycle of poverty. Many of them are not thinking education or a plan for the future. Technology is a space that’s dominated by men. Why should we leave that to guys? I believe girls need opportunities.[3] artinya "Kebanyakan anak perempuan terperangkap dalam lingkaran kemiskinan yang tak berkesudahan. Banyak dari mereka bahkan tidak memikirkan pendidikan atau rencana masa depan. Teknologi adalah bidang yang didominasi laki-laki. Mengapa kita harus menyerahkannya hanya kepada mereka? Saya percaya bahwa anak perempuan membutuhkan kesempatan".
  • I believe that you just have to keep learning. Being called a nerd may or may not work in this aspect; it all depends but we all have to keep learning because there is no time to be idle. I believe your time is your life and what you do with your time counts a lot.[4] artinya "Saya percaya bahwa kita harus terus belajar. Disebut kutu buku bisa saja bermakna atau tidak dalam konteks ini; semuanya tergantung, tetapi kita semua harus terus belajar karena tidak ada waktu untuk bermalas-malasan. Saya percaya bahwa waktumu adalah hidupmu, dan apa yang kamu lakukan dengan waktumu sangatlah berarti".

Sumber Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Abisoye Ajayi-Akinfolarin Biography | Pantheon". pantheon.world (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-30.
  2. 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 Toner, Kathleen (2018-09-13). "Disadvantaged girls change their communities by learning to code". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-30.
  3. Awosoji, Ifeoluwa (2019-08-23). "Women in business - Abisoye Ajayi-Akinfolarin". Businessday NG (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-30.
  4. punchng (2018-10-19). "I'd rather help the needy than pamper myself –Abisoye Ajayi-Akinfolarin". Punch Newspapers (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-30.