Peribahasa Banjar

Dari Wikiquote bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Langsung ke: navigasi, cari

Peribahasa Banjar menjadi 2 klasifikasi, yaitu :

  1. Peribahasa Banjar berbentuk puisi
  2. Peribahasa Banjar berbentuk kalimat.
  • Peribahasa Banjar berbentuk puisi terdiri atas 6 genre/jenis, yakni :
  1. Gurindam Banjar
  2. Kiasan Banjar
  3. Mamang Papadah
  4. Pameo Huhulutan
  5. Saluka Banjar
  6. Tamsil Banjar
  • Peribahasa Banjar berbentuk kalimat terdiri atas 5 genre/jenis, yakni :
  1. Ibarat
  2. Papadah
  3. Papatah-patitih
  4. Paribasa
  5. Paumpamaan.

Perbedaan bentuk fisik antara peribahasa Banjar yang berbentuk puisi dengan peribahasa Banjar yang berbentuk kalimat terletak pada jenis gaya bahasa yang dipergunakannya. Peribahasa berbentuk puisi mempergunakan gaya bahasa perulangan, sementara peribahasa berbentuk kalimat mempergunakan gaya bahasa perbandingan, pertautan, dan pertentangan.


Semua ragam/jenis peribahasa Banjar berbentuk puisi, setidak-tidaknya memiliki salah satu dari 3 ciri karakteristik bentuk, yakni :

  1. adanya pengulangan atas kosa-kata yang sama
  2. adanya kosa-kata yang hampir sama secara morfologis
  3. adanya kosa-kata yang saling bersajak a/a/a/a, a/b/a/b, dan a/b/b/a baik secara vertikal maupun secara horisontal di awal, di tengah, atau di akhir baris/larisk.

Ciri-ciri karakteristik bentuk yang demikian itu identik dengan gaya bahasa perulangan (repetisi).

Daftar di bawah ini merupakan daftar peribahasa dan pepatah dalam Bahasa Banjar.

Silakan klik huruf pertama dari peribahasa yang Anda cari: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z