Albert Einstein

Dari Wikiquote bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Lompat ke: navigasi, cari
Wikipedia-logo-v2-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

Kutipan[sunting]

  • Imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan itu terbatas, sedangkan imajinasi meliputi seluruh dunia, merangsang kemajuan, melahirkan evolusi.
  • Jangan pernah melawan kata hati walaupun negara memerintahkan.
  • Hendaklah segalanya dibuat sederhana mungkin, tetapi bukan asal sederhana.
  • Saya tidak bisa membayangkan Tuhan yang menghadiahi dan menghukum makhluk ciptaannya.
  • Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang.
  • Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian.
  • Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya, hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang.
  • Jika orang menjadi baik karena mereka takut hukuman dan mengharapkan hadiah, maka kita berada dalam penyesalan yang besar.
  • Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya – langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya
  • Logika akan membawa Anda dari A ke B. Imajinasi akan mengantarkan Anda ke semua tempat.
  • Janganlah mencoba menjadi orang sukses. Jadilah orang yang bernilai.
  • Kepandaian manusia ada batasnya tetapi kebodohan manusia mungkin tidak ada batasnya.
  • Saya yakin Tuhan tidak bermain dadu.
  • Gravitasi tidak bertanggung jawab pada orang yang sedang jatuh cinta.
  • Hal yang paling sulit dimengerti di dunia adalah pajak penghasilan.
  • Sikap yang lemah akan menjadi karakter yang lemah.
  • Aku tidak pernah berpikir masa depan, karena itu akan datang segera.
  • Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah cacat, dan agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta.
  • Orang yang tidak pernah membuat kesalahan itu orang yang tidak pernah mencoba hal-hal baru.
  • Satu-satunya hal yang paling berharga adalah intuisi.
  • Segala sesuatu harus dibuat sesederhana mungkin, tapi tidak berarti dibuat lebih gampang.
  • Jika A adalah sukses dalam kehidupan, maka A = x + y + z. Bekerja adalah x, bermain adalah y, dan z adalah menutup mulut.

Ketidakpastian matematika[sunting]

"Sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, maka mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan"

Pernyataan Einstein ini dibuat di artikel Geometry and Experience yang disajikan pada tanggal 27 Januari 1921 di Prussian Academy of Sciences, di Berlin. Persisnya, beliau menyatakan: "As far as the laws of mathematics refer to reality, they are not certain; and as far as they are certain, they do not refer to reality." Pernyataan ini untuk menjawab pertanyaannya sendiri sebelumnya, "How can it be that mathematics, being after all a product of human thought which is independent of experience, is so admirably appropriate to the objects of reality? Is human reason, then, without experience, merely by taking thought, able to fathom the properties of real things." Atau, dalam Bahasa Indonesia, "Bagaimana bisa, matematika, yang sesungguhnya merupakan hasil pemikiran manusia dan tak terkait dengan pengalaman (nyata), dapat begitu cocok secara mengagumkan untuk berbagai objek dalam kenyataan? Apakah nalar manusia, jika begitu, (walau) tanpa pengalaman, hanya sekedar memikirkannya, mampu untuk menemukan sifat dari benda nyata." Ini menyiratkan bahwa Einstein juga ingin tahu, bagaimana matematika dapat digunakan untuk memahami fenomena di kehidupan nyata, padahal matematika bebas atau tak terkait sama sekali dengan kehidupan nyata. Matematika hanya berada di dunia gagasan, dunia pikiran manusia. Jawaban dari pertanyaan ini justru pernyataan terkenal itu, yakni: "Sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, maka mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan."

Ada dua bagian dari pernyataan tersebut. Bagian pertama, Einstein berpendapat bahwa jika kita menerapkan matematika dalam kenyataan atau fenomena nyata, maka solusi (matematika) tak boleh langsung diterima. Solusi matematika diperoleh melalui proses pemodelan matematika atas fenomena aslinya menjadi model matematika. Dalam prosesnya akan terjadi idealisasi dengan mengabaikan beberapa fenomena lain. Misalnya dalam memodelkan gerakan pendulum, maka gesekan udara akan diabaikan, setidaknya pada model awal. Dengan demikian, solusi matematika tak boleh langsung diterima, tetapi harus dirujukkan kembali ke fenomena nyata semula. Jika sesuai, baru diterima. Jika tidak sesuai dengan fenomena nyatanya, maka harus ditelaah ulang proses pemodelan matematikanya. Ini yang dimaksud Einstein dengan tak pasti. Kemudian, bagian kedua dari pernyataan itu berkata bahwa jika argumen matematika yang berdasarkan proses bernalar deduktif benar-benar diterapkan, hasilnya akan sahih tanpa celah, tetapi ini jadi tak terkait dengan kenyataan.